Bila Tuhan berkehendak, tidak ada satupun yang menghalangi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bila Tuhan berkehendak, tidak ada satupun yang menghalangi

Post  Grace on Tue Oct 20, 2009 12:23 pm

Kejadiannya bermula, pada saat ada KKR, HUT PRMI dan Seminar serta Doa berantai yang diadakan di
GMI Eben-Heizer Bireuen tanggal 17-19 Oktober 2009.

Tanggal 17 Oktober 2009(Sabtu) saya pergi tanpa didampingi istri, ikut rombongan GMI Elyon Lhokseumawe dan kami pun mendapat berkat dari KKR itu, dan malamnya kami pun pulang ke Lhokseumawe.

Tanggal 18 Oktober 2009(Minggu), istri saya minta pergi untuk ikuti HUT PRMI GMI
Eben-Heizer Bireuen, kami belum tahu bahwa bisa pergi atau tidak ,karena pada saat
itu kendaraan yang membawa kami sangat terbatas, sorenya masalah datang,
tiba-tiba saya mual-mual dan badan terasa lemas sekali, dan selang beberapa jam,
saya terus bulak balik ke kamar mandi untuk buang air
(saya sempat bercanda sama istri saya, saya bilang lumayan, bisa sekalian cuci perut)

Istri saya sarankan saya untuk minum obat untuk mengatasi masalah buang air dan
saya meminum obat itu , tapi tidak ada perubahan sama sekali, dan malam harinya
saya mulai merasakan demam , saya berbaring di tempat tidur di tutupi oleh selimut
masih tetap dingin, istri saya memberikan saya minum obat demam, sehingga saya
bisa tertidur pulas.

Pada jam 3 Pagi (Tanggal 19 Oktober 2009(Senin)), saya terbangun dengan perut yang mules banget,
dan pada saat itu apapun yang dilakukan terasa tidak nyaman, saya memutuskan untuk duduk di kloset, dengan terus memegang perut saya yang terasa sakit sekali.

Di dalam hati saya ngomong ama TUHAN , TUHAN bagaimana saya bisa bawa mobil ke
Bireuen untuk ikut Doa berantai jika kondisi saya seperti ini.
(NB: Pada hari minggu, Gembala kami telah menunjuk adik saya (Thomas) dan saya
untuk menjadi sopir di hari senin tgl 19 Oktober 2009 untuk membawa rombongan
dari GMI Elyon ke Bireuen, dan saya mengatakan lihat nanti, dan pada saat itu ada
perasaan ingin menolak, tetapi segan)

Tidak berapa lama, ada sesuatu yang bergejolak di perut saya, dan saya muntahkan
seluruh isi perut saya 2 kali, dan saya merasakan perut saya ada sesuatu yang panas
dan membuat saya sangat nyaman (Saya rasakan TUHAN sedang bekerja dalam diri
saya, dan TUHAN ingin menyatakan kepada saya, jika TUHAN sudah berkehendak,
apapun dan siapapun tidak bisa menghalangi)
dan setelah itu saya tidur pulas hingga pagi.

Paginya, tidak ada rasa sakit perut maupun buang air lagi, dan saya bisa mengantar
rombongan untuk pergi ke Bireuen dan bisa mendapat berkat dari seminar yang kami
ikuti.

Setelah saya merenungkan kejadian ini ,saya berpikir, pengalaman saya ini seperti
kisah Yunus yang lari dari pelayanan Tuhan, walaupun saya tidak bisa dibandingkan
Yunus, karena Pelayanan Yunus sangat-sangat besar daripada pelayanan saya yang
hanya menolak menjadi sopir untuk mengantar jemaat ke Bireuen.

Yang saya dapatkan dari pengalaman ini adalah ada saatnya Tuhan mengijinkan sakit
penyakit datang kepada kita, Tuhan ingin melihat bagaimana kita meresponi
"masalah" ini, apa dengan bersungut-sungut atau dengan taat dan dengan hati yang
sukacita menerima apapun yang terjadi

Akhir kata, sering kali kita ingin lari dari masalah dengan meminta Tuhan ber-mujizat
dalam hidup kita untuk menghadapi masalah yang kita hadapi, tetapi kita tidak pernah
meminta kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi masalah yang sedang kita alami.
Biarlah kita belajar menghadapi setiap masalah-masalah yang terjadi didalam hidup
ini dengan meminta kekuatan dari Tuhan, sehingga karakter kita semakin hari
semakin dibangun dan diasah untuk menghadapi setiap masalah didalam kehidupan
kita.

Amin

Grace
Admin
Admin


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik